Assalamualaikum Wr.Wb. SELAMAT DATANG

Minggu, 06 Februari 2011 - 21:55:15 WIB
Mencintai Karena Allah
Diposting oleh : bambang abdul aziz
Kategori: Umum - Dibaca: 771 kali

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah Swt yang Maha Kaya, Maha Adil dan Maha Bijaksana.Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada pemimpin yang bijaksana manusia yang mulia Baginda Nabi Besar Muhammad Saw kepada keluarga dan para sahabatnya yang selalu setia mendampingi beliau serta kepada seluruh kaum muslimin yang masih taat dan patuh kepada ajaran-ajaran beliau.

Cinta, cinta adalah sebuah perasaan hati dalam menyenangi atau menyukai sesuatu. Karena cinta adalah salah satu sifat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada mahkluk ciptaannya.Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah haditsnya “ Ketika Allah SWT menciptakan mahkluknya diatas Arsy, dia menulis satu kalimat dalam kitab-Nya “Sesungguhnya cinta kasihku mengalahkan (mendahului) amarahku” (HR.Muslim).

Dengan cinta manusia bisa saling menjalin hubungan dan dengan cinta pula manusia bisa saling berkasih sayang satu dengan lainnya. Ada 2 (dua) macam bentuk cinta yang kita ketahui, Pertama cinta karena Allah SWT dan Kedua cinta karena mahkluk/manusia. Seseorang yang mencintai sesuatu karena Allah SWT ia tidak akan merasa kecewa atau sedih jika sesuatu yang ia senangi itu hilang atau pergi meninggalkannya, jika seseorang mencintai sesuatu karena Allah SWT, Allah SWT akan melimpahkan cinta-Nya yang tak terkira dan akan mengampuni segala dosa-dosanya.

Seperti yang tertuang didalam firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 31, yang berbunyi “Katakanlah (Muhammad),jika kamu mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu” Allah maha pengampun, maha penyayang”.

Seseorang yg mencintai karena Allah ia akan mengarahkan cintanya tersebut sebagai media untuk selalu mendekatkan diri padanya. Ia akan patuh dan tunduk dengan segala apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah, setiap hari ia akan senantiasa selalu memperbaiki kualitas dirinya apakah yang telah ia lakukan sudah membuat Allah ridho kepadanya.

Namun, jika kita perhatikan fenomena yang terjadi saat ini adalah kebalikan dari semua yang telah dijelaskan diatas kita melihat kebanyakan manusia di zaman sekarang mencintai sesuatu bukan lagi didasari karena Allah melainkan mencintai sesuatu didasari oleh dorongan material dan hawa nafsu belaka.

Seseorang yang mencintai sesuatu baik itu berupa keluarga, harta, bend, serta jabatan yang diamanahkan kepadanya melebihi cintanya kepada Allah SWT hanya akan membuat manusia itu lalai dalam kenikmatan dunia dan akan melupakan diri untuk mengingat Allah. Manusia semacam ini tidak akan pernah mendapatkan cinta dari Allah justru hanya akan membuat Allah murka kepadanya.

Seperti yang tertuang dalam didalam surat At-Taubah ayat 24, Allah berfirman : “Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya serta berjihad dijalannya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”

Didalam kehidupan manusia cinta mempunyai kedudukan yang penting, karena dalam berinteraksi dan bergaul dengan manusia lainnya sehari-hari harus dilandasi dengan cinta karena dengan begitu hidup ini akan menjadi harmonis tidak ada perasaan saling curiga mencurigai antar sesama manusia sehingga kedamaian dan kesejahteraan umat manusia di dunia ini akan terwujud.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah haditsnya, “Siapa yang tidak mencintai manusia, maka ia tidak akan Allah cintai” (HR. Al-Bukhari).

Namun, dalam mencintai seseorang tidak boleh berlebihan cintanya itu harus dilandasi semata-mata karena Allah semata. Didalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berniat mengunjungi temannya disebuah kampung.Dalam perjalanan, ia bertemu dengan malaikat yang sengaja diturunkan oleh Allah untuk menanyakan tujuannya.laki-laki itu lalu menjawab, ia ingin mengunjungi seorang temannya disebuah kampung tersebut.Lalu malaikat bertanya bertanya kembali tentang alasan kunjungan tersebut, apakah dikarenakan temannya itu mempunyai satu jasa berharga yang harus dibalas atau tidak. Dengan tegas laki-laki tersebut menjawab ia tidak mempunyai alasan selain bahwa kunjungannya itu adalah karena cintanya kepada temannya, cinta yang dilandasi semata-mata karena Allah SWT. Lalu malaikat itu akhirnya memberitahu kepada laki-laki tersebut bahwa ia adalah utusan Allah untuk menyampaikan kabar gembira bahwa laki-laki tersebut dijamin akan dicintai Allah SWT selamanya,dengan sebab cintanya kepada temannya tersebut”. (HR. Muslim)

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah sudahkah kita mencintai karena Allah ? karena cinta yang didasari karena Allah adalah cinta yang abadi, cinta tertinggi yang tidak akan pernah putus ia akan tetap ada hingga dunia berakhir, sampai kita semua nanti dikumpulkan dan dipertemukan kembali di padang mahsyar dimana tidak ada lagi tempat untuk berlindung dan bernaung selain kepada-Nya.

Rasulullah SAW bersabda didalam sebuah haditsnya, : “Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan berseru,’Mana orang-orang yang saling mencintai hanya karena Aku ?, Pada hari kiamat yang tidak ada naungan ini, Aku akan memberikan naungan-Ku pada mereka semua”. (HR.Muslim)...

Wallahu a’lam bish shawab.


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)